Friday, December 25, 2015

Separuh Wajah Lumpuh, Ana Halozan Berlenggok Anggun di Panggung Miss Universe 2015

Ana Halozan di panggung Miss Universe 2015 bersama Paulina Vega (kanan)/dok. James Atoa-Everett

Biosfer-Meskipun tidak termasuk dalam delapan puluh kontestan, Ana Halozan memperoleh kesempatan menjajaki panggung Miss Universe 2015. Penampilannya itu adalah momen spesial yang membuat seisi ruangan penuh rasa haru. Dirinya tak menyangka bisa merasakan atmosfer kontes kecantikan termegah di dunia, setelah mengalami masa sulit yang hampir merenggut mimpinya.

Gadis cantik berambut coklat gelap ini mengalami kecelakaan di dalam kamar hotelnya, sesaat setelah ia sampai di Las Vegas. Ana terpeleset di lantai kamar mandi saat keramas. Kepalanya terbentur keras hingga wajahnya lebam. Tak hanya itu, perempuan berumur sembilan belas tahun ini mengalami hal yang lebih serius sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Ia menghabiskan lima hari penuh di sana dan diwajibkan istirahat total untuk minggu-minggu selanjutnya.

Benturan hebat di kepala Ana menyebabkan beberapa saraf cedera. Setengah wajahnya lumpuh. Bahkan setelah Miss Slovenia ini sadarkan diri, dokter mengatakan kemungkinan untuk sembuh cepat sangatlah kecil. Dokter mengatakan ia tak bisa meneruskan mimpinya berada di panggung Miss Universe.

Pendapat dokter ditepisnya. Ana tak mau berhenti di situ. Ana memang kehilangan banyak sesi foto dan rekaman sehingga status partisipasinya di Miss Universe dibatalkan oleh panitia. Namun, Ana pantang menyerah. Ia terus berjuang dan berlatih supaya mendapat kembali kesempatan berkompetisi walau dengan setengah wajah lumpuh. Ia begitu percaya diri dan dengan kepercayaan diri itu ia meyakinkan orang-orang bahwa ia tetap cantik dan pantas berada di kontes itu.

Dalam video yang diperlihatkan di malam final Miss Universe 2015, sang ibu berujar, "Ia selalu punya mimpi-mimpi yang besar. Dan tak tak seorang-pun dapat menghentikannya." Berkat kerja keras dan kepercayaan dirinya, Ana dapat disejajarkan dengan teman-temannya dari seluruh dunia di panggung Miss Universe. "Ia pikir ia akan kehilangan kesempatannya, tetapi tidak. Mari sambut dan beri selamat padanya untuk memenuhi mimpinya berjalan di panggung Miss Universe," timpal Steve Harvey,si pembawa acara.

Ana Halozan telah menjadi inspirasi bagi wanita di seluruh dunia. Keberadaannya membuat kaum hawa yakin kalau kecantikan sejati terpancar dari hati, bukan dari penampilan fisik. Perempuan ini juga menginspirasi seluruh manusia di dunia. Ana menambah deretan insan yang berhasil mewujudkan mimpinya dengan usaha, keyakinan dan hati yang tak pernah berhenti berharap. 


Monday, December 21, 2015

Sempat Kenakan Mahkota, Miss Kolombia Tak Jadi Menangkan Miss Universe 2015

Pia Wurtzbach asal Filipina, pemenang Miss Universe 2015/instagram @missuniverse

Biosfer-Setelah ketiga kontestan, USA, Kolombia dan Filipina, menjawab pertanyaan akhir, Steve Harvey sang MC mengumumkan pemenang Miss Universe 2015. Miss Kolombia, Ariadna Gutierrez dengan lantang dinobatkan sebagai Miss Universe 2015. Raut wajah Ariadna terlihat terharu. Apalagi setelah membawa bunga dan bendera negaranya, serta diselempangkannya selendang gelar.

Ariadna terlihat bahagia saat Paulina Vega yang sama-sama berasal dari Colombia mentahtakan mahkota di atas kepalanya. Memenangkan gelar Miss Universe beruntun adalah kebanggan tersendiri baginya dan masyarakat Kolombia. Sayangnya rasa bahagia dan haru itu tidak bertahan lama. Pembawa acara mendadak menginterupsi selebrasi Ariadna. Ternyata bukan Aridna yang memenangkan perhelatan besar itu, melainkan Pia Wurtzbach asal Filipina.

"Saya minta maaf. Runner up pertama adalah Miss Kolombia," kata Steve yang mendadak mendekati Ariadna. Mendengar itu, Miss USA meyakinkan Pia bahwa dirinyalah Miss Universe 2015. Wajah terkejut-pun terlihat pada Pia Alonzo Wurtzbach. Pia sempat mematung dan bingung, Tak lama, Miss Universe 2014 Paulina Vega kembali naik ke panggung. Sesaat kemudian sang pembawa acara meyakinkan sekali lagi ke hadirin kalau Pia memang adalah Ratu Kecantikan saat ini, bukan suatu rekayasa.


"Kesalahan ada pada saya. Anda bisa lihat tulisan yang tertera di sini (Q card) disebutkan Miss Filipina adalah Miss Universe 2015," ujarnya seraya memperlihatkan Q card dan mendekatkannya ke kamera. Tampak Paulina mengusap-usap punggung Ariadna, mencoba menenangkan perasaan gadis berusia 21 tahun itu. Mahkota Miss Universe akhirnya berpindah tangan dari Miss Kolombia ke Miss Filipina.



Thailand Rebut Penghargaan Kostum Nasional Terbaik Miss Universe 2015

Thailand dengan kostum nasional Tuk Tuk di ajang Miss Universe 2015/facebook Puteri Indonesia

Biosfer-Meski tak lolos babak lima besar, Thailand memperoleh penghargaan khusus yang ditahun sebelumnya dimenangkan Indonesia. Nama negara tersebut mencuat sesaat setelah pengumuman nama-nama semi finalis yang berhasil lolos lima belas besar Miss Universe 2015. Dengan suara lantang, pembawa acara menyebutkan Thailand sebagai pemenang kostum nasional terbaik di kontes kecantikan itu.

Melalui kostum nasionalnya, Aniporn Chalermburanawong memperkenalkan suatu alat transportasi umum yang kerap digunakan masyarakat Thailand. Keunikannya dibanding kostum kontestan lain membuat Thailand dinobatkan sebagai pemenang. Aniporn mengalahkan saingan-saingan terberatnya, termasuk perwakilan Indonesia Anindya Kusuma Putri yang mengenakan kostum nasional bertemakan barong. 


Aniporn mengenakan terusan mini berpotongan strapless bukan dari material kain, melainkan seperti alumunium yang dicat menyerupai Tuk Tuk.Terusan tersebut memiliki nuansa biru dan merah serta bertuliskan 'Thailand'. Boots tinggi selutut serta bendera kecil di sisi kanan dan kirinya menjadi pelengkap gaya Aniporn. 

Lagi, Wakil Indonesia Gagal Tembus Sepuluh Besar Miss Universe

Anindya Kusuma Putri/dok. Biosfer

Biosfer-Setelah berhasil melalui babak lima belas besar, langkah perwakilan Indonesia dalam perhelatan akbar Miss Universe 2015, Anindya Kusuma Putri-pun terhenti. Langkahnya tertahan di sesi baju renang. Anin tak dapat kesempatan memamerkan gaun malamnya.

Nasibnya sama dengan para pendahulunya, seperti Artika Sari Devi, Whulandary Herman, dan Elvira Devinamira yang terhenti pada babak lima belas maupun enam belas besar. Kegagalan Anin seperti memperkuat mitos kutukan lima belas besar Miss Universe bagi Indonesia. Terlepasnya kutukan untuk ajang serupa, Miss World ternyata belum berlaku untuk kontes kecantikan dunia tersebut. 

Anin gagal bersaing dengan dua negara ASEAN yang juga lolos lima belas besar, Filipina dan Thailand. Wakil dari dua negara itu diperbolehkan memamerkankan gaun malamnya bersama delapan kontestan lain, yaitu USA, Kolombia, Japan, Australia, Republik Dominika, Prancis, Cuaracao, dan Venezuela.

Indonesia Masuk Lima Belas Besar Miss Universe 2015

Anindya Kusuma Putri lolos lima belas besar Miss Universe 2015/dok. Biosfer

Biosfer-Perwakilan Miss Universe dari Indonesia, Anindya Kusuma Putri, masuk lima belas besar Miss Universe 2015. Dari delapan puluh kontestan, nama Anindya disebutkan masuk lima belas besar dalam perhelatan Miss Universe di Planet Hollywood Resort and Casino di Las Vegas, Nevada.

Anindya adalah kontestan ketiga yang dipanggil MC sebagai kontestan yang berkesempatan mengikuti babak selanjutnya. Namanya disejajarkan dengan empat belas kontestan lainnya, yaitu Brazil, Australia, Republik Dominika, Filipina, Prancis, USA, Curacao, Belgia, Japan, Venezuela, Afrika Selatan, Kolombia, Meksiko, dan Thailand.  Sebelum juri mengumumkan kontestan yang lolos sepuluh besar, Anin akan berlenggak-lenggok dengan mengenakan baju renang.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Iklan