Monday, October 26, 2015

Tak Disangka, Asap Indonesia Sampai ke Filipina



Biosfer-Setelah asap Indonesia dikabarkan sampai ke Brunei, pada Jumat lalu (23/10) muncul satu nama negara lagi yang menerima kabut asap dari Indonesia. Media setempat pada Sabtu (24/10) melaporkan, asap kini mulai menyelubungi sebagian besar kawasan selatan Filipina yang berbatasan dengan perairan negeri Sabah, di timur Malaysia.


Puluhan penerbangan domestik di bandara pulau Cebu dan Negros tertunda akibat jarak pandang yang buruk. Hanya sejauh 1.2 kilometer yang terlihat jelas, yang normalnya bisa mencapai 10 kilometer. Selain itu, Philippine Airlines dan maskapai penerbangan low cost, Cebu Pacific juga membatalkan semua penerbangan antara ibu kota dengan bandar udara Dumaguete di bagian tengah Filipina.

Keberadaan asap di Filipina adalah hal yang tidak lazim, mengingat letaknya yang cukup jauh dari titik api kebakaran hutan di Kalimantan. Juru bicara badan peneliti cuaca Filipina, Manny Mendoza mengatakan, adanya angin tropika Typhoon Koppu yang menyerang kuat Filipina utara pada 18 Oktober lalu juga menjadi pemicu terperangkapnya asap di negara tersebut. "Asap tidak mungkin masuk ke Filipina tanpa ada angin ribut taufan dari Lautan Pasifik. Tiupan angin muson timur laut membawa asap dari Indonesia ke Filipina selatan," ujarnya.

Sunday, October 25, 2015

Kabut Asap Selimuti Langit Negara Sultan Bolkiah

Kabut asap selimuti ibu kota Brunei Darussalam, Bandar Seri Begawan/mediapermata.com.bn
Biosfer-Negara Sultan, Brunei Darussalam telah mengalami keadaan berasap sejak 8 September lalu. Jarak pandang mulai menurun dari normalnya sepuluh kilometer lebih menjadi lima kilometer. Dilansir dari mediapermata.com (25/10), Pemangku Pengarah Kaji Cuaca, Jabatan Kaji Cuaca Brunei Darussalam, Kementerian Perhubungan, Awang Muhamad Husaini bin Aji, mengatakan keadaan berkabut ini disebabkan asap kebakaran hutan dari Kalimantan dan Sumatera yang dibawa oleh angin barat daya.
Awang menambahkan, Brunei Darussalam diperkirakan akan terus mengalami keadaan berkabut pada level ringan sampai sedang yang diselangi dengan hujan maupun hujan petir. Walaupun demikian, hujan dalam beberapa hari ini masih belum dapat mengurangi masalah kabut asap.
ISP Brunei Darussalam (26/10)/Departemen Lingkungan, Kebun dan Pariwisata Brunei Darussalam
Adapun Indeks Standar Polutan (ISP) Brunei masih dalam kisaran rendah, sehingga rakyat masih dapat bernafas tanpa harus mengenakan masker. Departemen Lingkungan, Kebun dan Pariwisata Brunei Darusaalam (26/10) menyatakan kualitas udara Brunei tergolong baik. Kabut asap selama ini hanya mengusik pandangan warga, tidak mengganggu kesehatan saluran nafas. Dengan begitu, Brunei Darussalam termasuk Negara dengan dampak pencemaran teringan diantara Negara-Negara lain yang juga terkena asap Indonesia.  
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Iklan