Tuesday, January 19, 2016

Akhirnya WhatsApp Bebas Biaya Berlangganan

Tampilan WhatsApp di telepon genggam/blog.whatsapp.com

Biosfer-Pendiri WhatsApp, Jan Koum mengumumkan pembebasan biaya berlangganan WhatsApp untuk para penggunanya (18/9). Tindakan tersebut merupakan bentuk pelayanan perusahaan untuk menghilangkan batas komunikasi antar pengguna. Seperti dikutip dari blog resmi WhatsApp, pengelola memutuskan untuk menghapus biaya langganan tahunan karena kurang efektif. "Kami dengan senang hati mengumumkan WhatsApp tidak akan menarik biaya berlangganan. Selama bertahun-tahun, kami meminta pengguna untuk membayar biaya langganan di tahun pertama penggunaan. Namun, kami menyadari cara ini ternyata tidak berjalan dengan baik," tuturnya.

Penghapusan tersebut tidak serta merta terealisasi detik ini juga. Butuh waktu beberapa minggu untuk penyesuaian dan pembenahan aplikasi. Pengguna yang sudah terlanjur membayar untuk tahun ini tidak akan mendapat pengembalian uang. Pembebasan biaya berlangganan akan ditangguhkan mulai tahun depan. Namun, untuk pengguna yang belum membayar tidak perlu merogoh saku untuk tahun ini dan selanjutnya, tentunya setelah proses pembenahan selesai dilakukan. 

Penghapusan biaya langganan tersebut bukan berarti WhatsApp akan memunculkan iklan di aplikasi. Sebagai gantinya, perusahaan akan bekerja sama dengan sejumlah organisasi atau perusahaan lain, seperti perbankan dan perusahaan penerbangan yang hendak memberikan informasi penting yang dibutuhkan pengguna. "Informasi tersebut bisa berupa transaksi keuangan atau penundaan jadwal keberangkatan pesawat," ujar WhatsApp.

Wednesday, December 30, 2015

Sofia Agustina Jayasinga, Bentengi Anak - Anak dari Arus Negatif lewat Dongeng

Sofia mendongeng di hadapan anak - anak/dok. SCTV

Biosfer-Teknologi yang kian berkembang pesat tiadak hanya berdampak positif bagi penggunanya. Namun juga memberikan pengaruh negatif apabila tidak tepat guna. Untuk itu generasi penerus bangsa perlu dibimbing supaya tidak terbawa arus yang dapat merusak masa depannya. Teknologi sebisa mungkin diterapkan berdampingan dengan aktivitas yang mendidik.

Sebagai seorang ibu, Sofia Agustina Jayasinga merasa terpanggil untuk mengemban tugas membimbing itu. Pegawai honorer di SDN 01 Jagakarsa ini berinisiatif menularkan nilai-nilai moral kepada anak-anak lewat dongeng. Caranya sangat sederhana tetapi tidak monoton. Ia menggiring anak-anak untuk bermain, menyanyi dan mendongeng di tempat yang terbuka, Taman Spathodea Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Mempopulerkan kegiatan mendongeng tidaklah mudah. Kebanyakan orangtua masa kini beranggapan dongeng-mendongeng tidaklah penting. Namun berkat kegigihannya dan caranya memperkenalkan dongeng yang tidak kaku, anak-anak menjadi terpikat. "Semangatnya tinggi dalam hal ingin mengajak anak-anak agar mau mendongeng," ungkap Harry Widy, salah seorang relawan dalam siaran Liputan 6 Siang SCTV(20/12).

Awalnya, ditahun 2014 hanya beberapa anak saja, sekarang sudah lima puluh-an yang bergabung. Selanjutnya, wanita berusia 49 tahun ini menamai perkumpulannya Komunitas Kadotaman atau pecinta dongeng taman. Sofia ternyata hampir sepenuhnya yang membiayai seluruh kegiatan komunitas, yang rutin dilakukan setiap minggu pagi. Walau sekarang telah ada beberapa donatur yang membantunya.

Thursday, October 22, 2015

Call Control, Aplikasi Blokir Nomer Telepon untuk Smartphone Android

Tampilan call control/google play store

Biosfer-Apakah anda pernah merasa terganggu mendapat panggilan telepon dari nomer yang tak dikenal? Belum lagi bila nomer tersebut terus menerus memanggil. Pasti rasanya risih. 

Mudah saja bagi anda, pemilik handphone keluaran lama untuk memblokir nomer tersebut. Hampir semua handphone lama memiliki pengaturan tersendiri untuk memblokir nomer yang tidak diinginkan. Namun, buat anda yang memiliki smartphone dengan sistem operasi android atau windows, memblokir suatu nomer mungkin adalah hal yang tabu. Fitur blokir tak serta merta ada dalam hampir semua smartphone terkini. 

Untuk handphone android yang tidak memiliki fitur blokir, anda bisa mengunduh aplikasi blokir di google play store. Ada banyak aplikasi yang bisa anda coba. Salah satu yang patut anda coba adalah calll control. 

Fitur dalam call control/google play store

Anda dapat memilih cara aplikasi ini untuk memblokir panggilan yang masuk, yaitu dengan menolak panggilan, mematikan dering telepon, atau langsung mengarahkan panggilan tersebut ke kotak suara anda. Nomer yang hendak anda blokir juga dapat anda pilah sesuai dengan keinginan anda.

Dengan call control anda dapat memblokir hanya nomer tertentu, nomer dengan kode area tertentu atau semua nomer yang tidak anda simpan. Kelebihan lainnya, aplikasi ini tak hanya memiliki fitur untuk memblokir panggilan, tapi juga pesan (sms) yang masuk. Selain itu, dengan aplikasi ini nomer telepon yang sengaja disembunyikan dapat ditampilkan. 

Bagaimana, apakah anda ingin mencoba? 






Saturday, August 1, 2015

Warga Dusun Kiyaran dan Tim KKN UGM Lakukan Studi Banding untuk Implementasi Biogas

Studi banding instalasi biogas di kediaman Pak Amri/Hamdan Abdullah-kp

Biosfer-Senin (11/7), beberapa tokoh warga Dusun Kiyaran, Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, bersama dengan Tim KKN-PPN UGM Unit SLM-02 mengunjungi rumah Bapak Amri, salah satu inovator biogas, di Dusun Kedawung Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka studi banding instalasi Biogas.

Salah satu program besar Tim KKN-PPN UGM Unit SLM-02 adalah pembuatan  sistem dan instalasi biogas sebagai upaya pemanfaatan limbah kotoran sapi. Dalam proses realisasi, banyak pihak tetap dilibatkan untuk dapat menyetujui dan mendukung program ini. Pihak warga, pengelola sapi, penyedia dana, dan Tim KKN-PPM sendiri menjadi pihak yang berpengaruh dan terkait dalam program ini. Studi banding merupakan salah satu langkah untuk menunjukkan cara teknis penggunaan sistem biogas dan manfaatnya kepada warga.

Warga Kiyaran mengamati sistem biogas di rumah Pak Amri/Hamdan Abdullah-kp

Tokoh warga Kiyaran terlihat begitu antusias dengan studi banding instalasi biogas yang dilakukan di rumah pak Amri. Banyak warga yang bertanya seputar sistem biogas tersebut. Dari studi banding yang dilakukan, dapat diketahui teknologi instalasi biogas ternyata cukup sederhana. Biogas dapat diperoleh dengan hanya memanfaatkan proses penguraian bakteri pada kotoran sapi. Proses penguraian ini akan menghasilkan gas metana. Selanjutnya, gas metana tersebut ditampung, sehingga dapat digunakan sebagai sumber panas berupa api. Teknologi sederhana ini dapat membantu  warga  dusun Kiyaran untuk memenuhi kebutuhan api sehari-hari, terutama untuk memasak. 

Pihak warga yang diwakili oleh Pak Dukuh Kiyaran, Bapak Sihono mengatakan, “Warga sangat tertarik pada sistem biogas ini untuk mengatasi limbah kotoransapi yang ada di Dusun Kiyaran.” Pernyataan tersebut membuat Tim KKN-PPN UGM Unit SLM-02 optimis untuk mengimplementasikannya di Dusun Kiyaran, tempat mereka mengabdi saat ini. Peluang inovasi dalam mengembangkan instalasi biogas juga cukup besar, mengingat pengoperasian instalasi biogas di kediaman Pak Amri secara umum masih menggunakan sistem mekanik konvensional. Selain itu, masalah yang ditangani Tim KKN bukan lagi kotoran ayam, seperti limbah peternakan Pak Amri, melainkan kotoran sapi.


 Proses Instalasi biogas pada dusun Kiyaran ini ditargetkan akan selesai pada akhir bulan ini. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi  Tim KKN-PPN UGM Unit SLM-02, sehingga harus berkolaborasi dengan beberapa disiplin ilmu untuk mewujudkan program ini. Selain memiliki manfaat dapat memenuhi kebutuhan api dengan harga yang lebih murah, program ini akan dapat mengatasi masalah yang lebih utama. Warga tak perlu lagi risau dengan banyaknya limbah kotoran sapi. Hamdan Abdullah P.U.

Pak Amri, Inovator Biogas di Dusun Kedawung, Magelang


Kompor Pak Amri mempergunakan biogas/Hamdan Abdullah-kp

Biosfer-Pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah energi biogas. Biogas adalah suatu jenis gas yang diproduksi melalui proses penguraian bahan organik seperti makhluk hidup. Biogas memiliki kalor yang cukup tinggi. Karena nilai kalor yang cukup tinggi itulah biogas dapat dipergunakan untuk keperluan penerangan,  memasak,  menggerakkan mesin dan keperluan sehari-hari lainnya. 

Di Indonesia, biogas belum dimanfaatkan secara luas. Biasanya, daerah maupun pemukiman dekat peternakan banyak yang mempergunakan biogas. Biogas tersebut merupakan hasil olahan limbah kotoran ternak. Pak Amri adalah salah satu contoh warga yang mempergunakan biogas di Dusun Kedawung, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Magelang.

Instalasi yang ada di rumah Pak Amri ini memanfaatkan kotoran ayam sebagai penghasil gas metana. Kotoran ayam diperoleh dari peternakan ayam yang juga dimiliki Pak Amri di samping rumahnya. Dalam waktu tiga hari kotoran ayam yang telah terurai akan menghasilkan gas metana. Selanjutnya, gas tersebut akan ditampung dalam plastik penampung berukuran sekitar 2 meter, dengan diameter sekitar 0.5 meter. 

Plastik penampung gas metana/Hamdan Abdullah-kp

Gas yang tertampung ini akan digunakan pada kompor yang sudah dimodifikasi aliran gasnya, sekitar 4 jam per harinya. Kemudian gas akan terproduksi lagi di kantong penampung setelah selesai digunakan.  Pak Amri akan menambahkan kotoran yang baru untuk diurai lagi selama 3 hari sekali.

Pada setiap proses penguraian kotoran ayam akan menghasilkan sisa. Sisa penguraian pada periode sebelumnya akan ditampung pada penampung outlet. Outlet biogas ini dapat digunakan sebagai pupuk organik tanaman. "Sisa hasil biogas ini sudah digunakan selama satu setengah tahun untuk pupuk tanaman salak di kebun belakang rumah. Hasilnya, salak lebih manis dan saat ini saya sudah tidak membeli pupuk lagi", tutur Pak Amri. 

Pak Amri menambahkan, gas yang dihasilkan dari kotoran ayam ini juga lebih aman ledakan dari pada gas elpiji pada umumnya. Hal tersebut dikarenakan tekanan gas dari kotoran ayam yang lebih rendah. Selain itu, api yang dihasilkan oleh gas ini juga lebih biru nyalanya, yang artinya memiliki panas yang lebih tinggi dari pada api yang dihasilkan gas elpiji. Hamdan Abdullah P.U./Janne Hillary-Biosfer


luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Iklan