Saturday, January 16, 2016

Lima Anggapan Masyarakat yang Salah Kaprah Terkait Chiropractic

Ilustrasi chiropractic/potsdambodyworks.com
Biosfer-Banyak masyarakat yang menjadikan chiropractic sebagai pilihan utama karena berbagai anggapan. Sebagai masyarakat yang cerdas, anggapan tersebut perlu diuji kebenarannya supaya tidak berdampak merugikan. Berikut lima anggapan salah kaprah tersebut dan penjelasannya

1. Terapi bisa langsung dilakukan dengan proses yang cepat.
Chiropractic seringkali dijadikan pilihan utama karena alasan kecepatan penanganannya dibandingkan dengan tindakan medis. Namun ternyata, untuk melakukan terapi ini, pasien harus melewati serangkaian pemeriksaan tahap awal. Pada kunjungan pertama, pakar chiropractic akan mencatat riwayat kesehatan pasien secara lengkap. Prosedur lainnya yang harus dilakukan sebelum memulai terapi adalah melakukan tes diagnosis serta meminta pasien menjalani rontgen. Bila perlu, ahi terapi juga melakukan gerakan sederhana untuk mempelajari lebih lanjut gangguan yang dialami pasien. 

2. Dapat memperbaiki postur buruk, stres dan cedera.
Beberapa klinik chiropractic membeberkan terapinya dapat memperbaiki postur buruk, stres dan cedera dengan cepat dan tanpa obat. Akibatnya, banyak masyarakat awam yang mengamini nilai tambah chiropractic. Pada kenyataannya, bukan terapi itu yang dapat memperbaikinya, melainkan terapi lain yang disebut osteopati. 

Sekilas osteopati dan chiropractic terlihat sama. Namun, bila dilihat dengan jeli, teknik keduanya ternyata berbeda. Osteopati dilakukan dengan penggeseran secara lembut, peregangan dan dorongan tajam. Hal tersebut diterapkan pakar osteopati untuk memulihkan susunan alami tulang belakang dan sendi. Sementara itu, untuk masalah jaringan lunak dipulihkan dengan pijatan.

3. Pasien akan cepat sembuh dengan terapi ini.
Masyarakat sekarang cenderung memilih segala sesuatu yang cepat. Gaya hidup ini juga berlaku untuk masalah kesehatan. Tak terkecuali untuk orang yang mengalami masalah tulang dan sendi. Cepat sembuh, tanpa obat dan tanpa rasa sakit menjadi iming-iming masyarakat untuk mempergunakan chiropractic. Memang, individu tertentu dengan jelas merasakan perbaikan kondisi hanya dalam satu sesi terapi. Namun, pada umumnya untuk mencapai kesembuhan diperlukan beberapa sesi. Bahkan, pasien bisa saja merasa kaku dan ketidaknyamanan selama satu atau dua hari setelah terapi. 

4. Bila sudah melakukan chiropractic, tidak perlu lagi datang ke dokter
Chiropractic merupakan terapi pelengkap, sehingga bukan-lah hal yang tepat apabila pasien hanya melakukan terapi ini. Sebelum menjatuhkan pilihan ke-chiropractic, pasien harus berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Saat ini banyak dokter yang menyarankan untuk menjalankan terapi chiropractic bersamaan dengan terapi medis. Namun, ada juga dokter yang tidak memberi lampu hijau. Hal yang menjadi pertimbangan adalah chiropractic tidak sesuai untuk pasien yang mengalami masalah serius, seperti pergeseran bantalan tulang, pengeroposan tulang tingkat lanjut, radang sendi, infeksi dan kanker tulang punggung. 

5. Dapat langsung digunakan untuk cedera tulang yang baru terjadi
Seseorang yang baru saja mengalami cedera tulang tidak dapat langsung menjalani chiropractic. Terapi pergeseran sendi ini baru optimal jika dilakukan 24-48 jam pertama setelah cedera terjadi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, korban cedera harus segera mendapatkan tindakan medis.


Sumber:
  • Bull, E., dan G. Archard. 2005. Simple Guide Back Pain. CSF Medical Communication. Long Hanborough.
  • Davies, K. 2004. The Directory of Your Back, Your Bones and Things That Ache. Ivy Press Limited. East Sussex.

Tuesday, January 12, 2016

Mengulik Seluk Beluk Terapi Chiropractic

Ilustrasi chiropractic/potsdambodyworks.com
Biosfer-Di Indonesia begitu banyak masyarakat yang memiliki kelainan tulang, baik bawaan dari lahir maupun karena berbagai kejadian dan kebiasaan. Menariknya, phobia sebagian masyarakat akan tindakan medis membuat penderita lebih memilih jalur alternatif. Terapi chiropractic yang termasuk pemain baru dalam dunia kesehatan Indonesia, menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menyelesaikan keluhan tulangnya. Keberadaannya yang masih sangat dini perlu dijadikan pertimbangan masyarakat dalam memantapkan pilihan. Lantas, apa sesungguhnya terapi chiropraktik yang baru-baru ini santer terdengar?

Kata chiropractic berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata cherio dan praktikos yang berarti dilakukan dengan tangan. Teknik ini dikembangkan pada akhir abad ke 19 oleh seorang Kanada, Daniel David Palmer. Metode pengobatannya dilakukan secara manual. Hanya menggunakan tangan tanpa alat apa pun.

Chiropractic merupakan terapi pelengkap untuk orang yang mengalami sakit sendi dan nyeri punggung. Seperti osteopati, chiropractic menggunakan metode pergeseran sendi. Namun, teknik yang digunakan sedikit berbeda. Osteopati bermanfaat terhadap perbaikan sirkulasi darah Sebaliknya chiropractic lebih menekankan pada memperbaiki fungsi saraf dan meredakan nyeri. 

Terapi pelengkap ini menitikberatkan pada prinsip tulang belakang merupakan pusat kesehatan. Kesalahan posisi ruas tulang belakang bisa menyebabkan rasa sakit dan kesulitan bergerak, serta mungkin akan berdampak pada bagian lain tubuh. Chiropractic tidak sesuai untuk orang yang mengalami pergeseran bantalan tulang, patah tulang yang baru terjadi, pengeroposan tulang tingkat lanjut, radang sendi, infeksi dan kanker tulang punggung. 

Pada kunjungan pertama, pakar chiropractic akan mencatat riwayat kesehatan pasien secara lengkap. Prosedur lainnya yang harus dilakukan sebelum memulai terapi adalah melakukan tes diagnosis serta meminta pasien menjalani rontgen. Bila perlu, ahi terapi juga melakukan gerakan sederhana untuk mempelajari lebih lanjut gangguan yang dialami pasien. 

Saat masalah telah teridentifikasi, ahli terapi baru akan mengangani pasien. Dalam proses terapi, pakar akan menggunakan tekanan dengan gerakan memutar, pijatan dan penggeseran ruas tulang belakang. Tindakan tersebut membantu meratakan ruas-ruas tulang belakang dan memperbaiki kelenturan tulang belakang. Pada akhirnya terapi ini dapat mengurangi nyeri yang dirasakan. 

Sumber:
  • Bull, E., dan G. Archard. 2005. Simple Guide Back Pain. CSF Medical Communication. Long Hanborough.
  • Davies, K. 2004. The Directory of Your Back, Your Bones and Things That Ache. Ivy Press Limited. East Sussex.

Monday, November 2, 2015

Masker Seri R dan P: Alternatif N95

Masker N95/amazon.com

Biosfer-Bencana asap akibat ulah manusia yang melanda Indonesia akhir-akhir ini menjadikan salah satu masker seri N, N95 incaran masyarakat. Rekomendasi pegiat lingkungan juga pemerintah, membuat masker ini semakin dicari. Tak ayal, stok N95 di toko-toko mulai menipis. Mengantisipasi kelangkaan yang mungkin terjadi, masyarakat daat mengenakan masker seri lain, yaitu R dan P.

Baik seri N, R maupun P adalah respirator standar Amerika Serikat jenis Nonpower Air Purifying Respirator (NAPR), yang hanya dapat digunakan pada atmosfer dengan kadar minimal 19.5%. Ketiga seri tersebut merupakan pemfilter udara yang khusus untuk bentuk partikulat (bukan gas dan uap). Perbedaan mendasar dari ketiga seri ini adalah ketahanannya terhadap partikulat yang mengandung minyak. Berikut paparan singkat terkait dua seri masker lainnya (R dan P) yang dapat digunakan sebagai alternatif N95.

Masker R95/www.coopersafety.com


Masker Seri R

Seperti kepanjangannya, Resistant to Oil, masker seri R memiliki ketahanan akan minyak yang lebih baik dari seri N. Sayangnya, ketahanannya cukup pendek. Hanya dapat digunakan selama delapan jam. Terdapat tiga jenis masker seri R berdasarkan efisiensinya memfilter udara, yaitu R95, R99 dan R100. Namun, yang paling banyak beredar adalah jenis R95. Harga respirator ini lebih mahal dari seri N, tetapi lebih murah dari seri P, berkisar Rp 15.000,00 hingga Rp 70.000,00.

Masker P95/www.coopersafety.com


Masker Seri P

Masker seri Oil Proof memiliki ketahanan akan minyak yang paling baik di antara ketiganya. Respirator ini dapat digunakan selama empat puluh jam. Kelebihan ini membuat pemakainya tak perlu khawatir bila tanpa sengaja meneteskan air liur ataupun memiliki kulit wajah yang berminyak. Tak heran, dengan tingkat perlindungan yang tinggi, pasaran menjualnya dengan harga yang cukup tinggi pula, berkisar Rp 30.000,00 hingga Rp 100.000,00. Adapun seri ini juga memiliki tiga jenis masker berdasarkan efisiensinya memfilter udara, yaitu P95, P99 dan P100. Di antara ketiganya, yang paling banyak beredar adalah jenis P95 dan P100. 


Sumber:
  • Cooper Safety. 2015. Air Purifying Respirators Explained. www.coopersafety.com/respiratortypes.aspx
  • University of Nebraska Lincoln. 2010. Respiratory Protection Use and Maintenance of Filtering Facepiece Respiratory. UNL Enviromental Health and Safety.




Thursday, October 29, 2015

Fakta-Fakta yang Wajib Anda Ketahui dari Masker N95

Masker N95/amazon.com

Biosfer-Musibah kabut asap yang melanda atmosfer beberapa daerah di Indonesia membuat banyak korban infeksi saluran napas (ISPA) berjatuhan. Relawan-pun dari penjuru Indonesia bergotong royong menolong korban dengan berbagai bantuan. Salah satunya mendistribusikan masker N95.

Maraknya pemberitaan terkait masker N95 membuat banyak warga mendewakan masker tersebut tanpa mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Anda sebagai pembaca yang cerdas perlu mengetahui lebih banyak hal mengenai masker tersebut, supaya tidak merugikan anda. Berikut fakta-fakta yang wajib anda ketahui dari masker N95

1. Tidak dapat dipakai ulang
Alat respirator ini dirancang untuk tidak dipakai ulang setelah digunakan. Tidak ada cara untuk mendaur ulang maupun mendisfektannya, sehingga bukan pilihan yang tepat bila anda mencuci masker N95. Namun, dalam keadaan darurat dan tidak terdapat suplai masker yang mencukupi, N95 dapat digunakan ulang oleh orang yang sama.

2. Terbuat dari serat polipropilen bermuatan
Keseluruhan masker ini terbuat dari serat polipropilen bermuatan. Berbeda dengan respirator lainnya, bahan masker itu sendirilah yang menjadi filternya (penyaring udara). Serat polipropilen didesain khusus bermuatan (seperti muatan listrik statis) supaya dapat menarik dan menyaring partikel dengan ukuran yang sangat kecil.

3. Mudah rusak akibat minyak
Masker N95 memiliki kelemahan tidak tahan terhadap partikel yang mengandung minyak. Seperti arti N pada nama masker tersebut, No oil particle are present, N95 hanya mampu memfilter partikel udara padatan. Keberadaan unsur minyak mampu membuat filter N95 tidak lagi berfungsi dengan baik.

4.Efektif menyaring partikel berukuran kecil
Semakin besar ukuran partikel, semakin meningkat pula nilai efisiensi masker N95 dalam menyaring udara. Angka 95 yang tertera pada nama masker berarti efisiensinya mencapai 95% untuk partikel berukuran di bawah 0,7 mikron. Ketidakmampuan filter menyaring 5% partikel sisanya disebabkan adanya celah udara di wajah saat memakainya. Bagaimana-pun juga, tidak mungkin masker tersebut 100% terpasang rapat di wajah pemakai.

Pemakaian N95 yang benar/greenpeace.org dengan beberapa perubahan

5. Tidak untuk anak kecil maupun wajah berambut
Masker N95 didesain sesuai dengan kontur wajah orang dewasa, sehingga akan longgar bila dikenakan anak kecil. Begitu pula pada orang yang memiliki banyak rambut di wajah. Rambut akan mencegah masker tertutup rapat. Akibatnya, masker tidak efektif untuk menyaring udara. Keberadaan aksesoris di area wajah serta headphone juga dapat mengurangi efektifitas masker. Pemakai yang menggunakan kacamata harus mengenakannya dengan cara yang tidak mengganggu kerapatan masker.

6. Tidak untuk pemakaian sehari-hari
Tidak dianjurkan untuk pemakai mengenakannya terus menerus dalam beraktivitas. Masker ini juga sebaiknya digunakan di luar ruangan. Ketatnya masker dapat menyebabkan pengguna kehabisan oksigen dan sesak napas bila digunakan terus menerus.

7. Hanya digunakan pada tempat beroksigen cukup
Masker N95 adalah respirator yang tidak mensuplai oksigen. Penggunaannya harus pada tempat yang cukup oksigen, dengan kadar minimal 19%. Dalam kondisi yang cukup oksigen-pun, memakaikan N95 pada orang dalam keadaan kritis atau berpenyakit serius justru akan berakibat fatal. Ketatnya masker akan memperburuk kesehatan orang tersebut.

8. Hanya untuk mencegah

Menggunakan masker N95 tidak menjamin pemakainya terhindar dari penyakit napas dan kematian. Masker N95 hanya dapat mencegah masuknya sebagian partikel udara secara langsung ke dalam tubuh. Partikel berbahaya dengan ukuran tertentu tetap dapat masuk lewat celah sempit di wajah, filter rusak maupun penggunaan masker yang tidak tepat. Selain itu, masker ini belum diuji efektifitasnya untuk menyaring mikroorganisme penyakit tertentu. Pemakai tetap memiliki kemungkinan yang besar mengidap penyakit tertentu walau telah mengenakan masker N95.

Sumber:
  • University of Nebraska Lincoln. 2010. Respiratory Protection Use and Maintenance of Filtering Facepiece Respiratory. UNL Enviromental Health and Safety.
  • CDC. 2014. NIOSH Guide to The Selection and Use of Particulate Respirators. www.cdc.gov/niosh/docs/96-101.
  • Heeren, E. 2012. EMS Respiratory Protection For Infection Control. New York, pp:1-7.
  • Qian, Y., K. Willeke, S. A. Grinshpun, J. Donnelly and C. C. Coffey. 1998. Performance of N95 Respirators: Filtration Efficiency for Airbone Microbial and Inert Particles. American Industrial Hygiene Association Journal 59 (774): 128-132.


Wednesday, October 21, 2015

Tak Miliki Dana Berobat, Sholeh Biarkan Luka Bakar di Sepanjang Perut sampai Kaki

Sholeh alami luka bakar parah akibat kecelakaan kerja/dok. Ngarjito

Biosfer-Setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Hak itu telah diatur dalam undang-undang, misalnya dalam UUD 1945 dan UU No 23 Tahun 1992 tentang kesehatan. Dalam konteks ini, negaralah yang mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab mengatur terpenuhinya hak hidup sehat bagi penduduknya, termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. 

Faktanya, pemerintah tak sanggup mewujudkan janjinya. Banyak masyarakat miskin yang tak bisa berobat atau mendapat layanan kesehatan gratis di rumah sakit milik pemerintah karena berbagai alasan. Keadaan tersebut secara nyata dialami Sholeh (19 tahun). Tiga bulan yang lalu, lelaki yang tinggal di desa Sitiluhur, Gembong ini mengalami kecelakaan kerja. Ia tersengat listrik tegangan tinggi hingga membuat luka bakar parah sepanjang perut sampai kaki.

Rumah Sholeh/dok. Ngarjito

Selama dua bulan lebih hingga berita ini beredar Sholeh hanya bisa tergolek lemah di kasur. Tidak ada tindakan medis yang ia dapatkan. Ketidaksanggupan berobat terjadi lantaran biaya yang tinggi. Keluarga Sholeh tidak memiliki dana yang cukup untuk membawanya ke rumah sakit. Sholeh adalah seorang yatim, sedangkan ibundanya hanya seorang buruh tani. Belum lagi Sholeh masih memiliki adik yang menjadi tanggungan keluarganya.

Kini Sholeh hanya bisa menanti uluran kasih dermawan yang dapat membiayainya berobat. Bila pembaca Biosfer terketuk hati untuk membantu Sholeh, anda bisa menghubungi kerabatnya melalui nomer handphone (085725899372). Lukman/Ngarjito-Biosfer

Tuesday, August 25, 2015

Warna Feses Tunjukkan Kondisi Kesehatan

Ilustrasi buang air besar/oxypowder.com

Biosfer-Mendengar kata feses mungkin menjijikan bagi sebagian orang. Lantas, setelah buang air besar orang tersebut langsung begitu saja menyiram kloset tanpa mau melihat feses yang dibuangnya. Ada pula orang yang acuh saat membuang tinja di toilet. Mereka lebih memilih untuk bermain gadget atau melakukan aktivitas lainnya daripada memperhatikan setiap kotoran yang dikeluarkannya. Padahal rasal jijik dan acuh itu justru merugikan. Pasalnya, setiap feses yang dikeluarkan bisa menunjukkan kondisi kesehatan seseorang

Dilansir dari medicinenet.com, bilirubin dan biliverdin adalah zat warna empedu yang memberi warna pada feses. Feses umumnya berwarna coklat tua, yang dihasilkan dari zat warna tersebut. Feses yang tidak berwarna coklat tua bukan berarti tidak normal. Warna selain coklat tua dapat disebabkan oleh makanan, minuman serta obat-obatan yang dikonsumsi. Namun anda juga perlu waspada, karena suatu penyakit yang tidak disadari dapat menyebabkan warna feses berbeda dari biasanya, seperti yang dijelaskan di bawah ini
Warna feses/doctoroz.com

1. Warna feses yang merah biasanya mengindikasikan pendarahan di usus besar, rektum atau anus. Feses yang terlalu keras dapat mengakibatkan gesekan tajam di rektum atau anus, sehingga feses yang keluar bercampur darah. Terkadang sebelum feses itu keluar, darah segar terlebih dahulu menetes. Selain itu, atau adanya penyakit ambaien maupun gangguan usus besar dapat menyebabkan feses berwarna merah.

2. Warna hijau pada feses biasanya terjadi pada seseorang yang mengalami diare.  Kondisi ini biasanya disebabkan oleh makanan yang terlalu cepat melewati usus besar sehingga tidak melalui proses pencernaan dengan sempurna.
. 
3. Sedangkan jika kantong empedu bermasalah atau ada infeksi pada hati maka feses yang keluar akan berwarna pucat (kuning pucat atau abu-abu) atau putih. Infeksi tersebut menyebabkan sedikitnya bilirubin dan biliverdin yang dihasilkan. Akibatnya feses tidak terwarnai dengan sempurna. 

4. Warna kuning dapat disebabkan oleh protozoa giardiasis yang menginfeksi saluran pencernaan bagian atas. Giardiasis menyebabkan seseorang mengalami buang air besar terus menerus.

5. Feses berwarna hitam disebabkan adanya pendarahan pada organ pencernaan bagian atas seperti lambung. Darah yang tadinya berwarna merah mengalami oksidasi selama proses pencernaan makanan. Akibatnya setelah bercampur dan memadat, feses yang dikeluarkan menjadi berwarna hitam.


Monday, June 22, 2015

Cara Mudah Mutasi BPJS

Kantor BPJS/dok.Biosfer

Biosfer-Tak ada satupun orang yang menghendaki dirinya terserang penyakit. Padahal sakit itu bisa datang sewaktu-waktu. Untuk itu, asuransi kesehatan sangat diperlukan supaya kita tak harus keluar uang banyak saat sakit melanda.

Buat anda yang merantau ke daerah yang jauh dari tempat asal, dan sudah memiliki askes (asuransi kesehatan) BPJS, anda bisa sewaktu-waktu mempergunakan hak anda untuk berobat. Tentunya dengan terlebih dahulu memutasi faskes (fasilitas kesehatan) tingkat 1 yang tertera di kartu BPJS ke lokasi yang diinginkan. Pengurusan mutasi tidaklah ribet. Anda cukup melakukan langkah-langkah di bawah ini

1. Memfotokopi KTP/KTM
Fotokopi KTP/KTM dibutuhkan untuk validasi identitas di RT/RW tempat anda kini tinggal, juga untuk arsip kantor BPJS. Sebaiknya anda mengfotokopi KTP/KTM paling tidak sebanyak 3 lembar.

2. Buat surat keterangan domisili
Anda bisa mendapatkan surat keterangan domisili di ketua RT dan RW tempat anda tinggal. Di RT/RW tertentu terkadang mengharuskan untuk ikut membayar iuran bulanan, yang merupakan kewajiban anda sebagai penduduk setempat. Namun juga ada RT/RW yang tidak mengsyaratkan apapun, alias gratis.

3. Isi formulir daftar isian perubahan data
Setelah surat domisili anda pegang, lekaslah datangi kantor BPJS terdekat. Formulir daftar isian perubahan data bisa didapatkan di bagian administrasi atau dari satpam BPJS tersebut. Beri tahu petugas administrasi, keperluan dan alasan anda memutasi kartu BPJS. Kemudian anda cukup mengisi bagian yang dilingkari oleh petugas administrasi

4. Bawa seluruh berkas ke loket pelayanan
Semua berkas yang sudah dikumpulkan tadi dijadikan satu dan diserahkan kepada petugas loket pelayanan. Tapi jangan lupa untuk antri. Tak lama setelah anda menyerahkan berkas-berkas, kartu BPJS yang lama akan ditukar dengan kartu BPJS baru dengan faskes tingkat 1 yang baru.

Nah, akhirnya anda bisa menikmati faskes dari pemerintah di tempat yang baru. Tidak ribet, bukan? Jangan lupa datang ke kantor BPJS pagi-pagi, bila anda tak mau lama mengantri.     
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Iklan